Penambahan bahan pewarna pada makanan bertujuan untuk memberi penampilan tertentu atau warna yang menarik. Warna yang menarik dapat menjadikan makanan lebih mengundang selera. Keterbatasan pewarna alami seringkali menjadi alasan menggunakan pewarna buatan.

Tapi apakah semua itu aman untuk kesehatan? Jawabannya akan anda temukan setelah membaca artikel ini. Bahan pewarna makanan terbagi dalam dua kelompok yakni pewarna alami dan pewarna buatan.

A. Bahan pewarna alami

Bahan pewarna alami adalah zat warna alami (pigmen) yang diperoleh dari tumbuhan, hewan, atau dari sumber-sumber mineral. Zat warna ini telah digunakan sejak dulu. Bahan pewarna alami yang banyak digunakan antara lain daun suji mengandung zat warna klorofil untuk memberi warna hijau, buah kakao merupakan penghasil cokelat dan memberikan warna cokelat pada makanan, kunyit (Curcuma domestica) mengandung zat warna kurkumin untuk memberi warna kuning pada makanan, cabai merah, menghasilkan zat warna kapxantin yang menjadikan warna merah pada makanan, wortel, beta karoten (provitamin-A) pada wortel menghasilkan warna kuning, warna cokelat karamel pada kembang gula karena proses karamelisasi, yaitu pemanasan gula tebu sampai pada suhu sekitar 170°C, gula merah, selain sebagai pemanis juga memberikan warna cokelat pada makanan, anggur menghasilkan warna ungu, stroberi warna merah, dan tomat warna oranye.

B. Bahan Pewarna Buatan

pewarna buatan memiliki beberapa kelebihan, yaitu memiliki pilihan warna yang lebih banyak, mudah disimpan, dan lebih tahan lama. Pewarna buatan untuk makanan diperoleh melalui proses sintesis kimia buatan yang mengandalkan bahan-bahan kimia, atau dari bahan yang mengandung pewarna alami melalui ekstraksi secara kimiawi. Untuk zat pewarna yang dianggap aman, ditetapkan bahwa kandungan arsen tidak boleh lebih dari 0,00014 persen dan timbal tidak boleh lebih dari 0,001 persen, sedangkan logam berat lainnnya tidak boleh ada. Beberapa contoh pewarna buatan yaitu warna kuning : tartrazin, sunset yellow, warna merah : allura, eritrosin, amaranth, warna biru : biru berlian, warna oranye :sunsetyellow FCF.

Pewarna makanan yang tidak boleh digunakan diantarnya rhodamin B, selain itu pewarna lainnya yang dilarang adalah Metanil Yellow Rhodamin B. Ciri-ciri makanan yang diberi Rhodamin B adalah warna makanan merah terang mencolok. Berdasaran sifat kelarutannya, zat pewarna makanan dikelompokkan menjadi dye dan lake. Dye merupakan zat bewarna makanan yang umumnya bersifat larut dalam air. Dye biasanya dijual di pasaran dalam bentuk serbuk, butiran, pasta atau cairan.

Lake merupakan gabungan antara zat warna dye dan basa yang dilapisi oleh suatu zat tertentu. Karena sifatnya yang tidak larut dalam air maka zat warna kelompok ini cocok untuk mewarnai produk-produk yang tidak boleh terkena air atau produk yang mengandung lemak dan minyak. Berbagai penelitian dan uji telah membuktikan bahwa dari penggunaan zat pewarna pada makanan dapat menyebabkan kerusakan pada organ hati.

Sebaiknya bila anda ingin menggunakan pewarna pakailah pewarna alami saja karena itu tidak akan menimbulkan efek negatif untuk kesehatan anda.

This site is using SEO Baclinks plugin created by Locco.Ro